You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Gisik Cemandi
Gisik Cemandi

Kec. Sedati, Kab. Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur

TRADISI TURUN TANAM WUJUD SYUKUR DAN KEBERSAMAAN PETANI DESA GISIKCEMANDI

Operator 18 April 2026 Dibaca 24 Kali
TRADISI TURUN TANAM WUJUD SYUKUR DAN KEBERSAMAAN PETANI DESA GISIKCEMANDI

IMG-20260418-WA0005 PemDes Gisikcemandi – 18 Apr 2026. Pemerintah Desa Gisikcemandi bersama kelompok tani melaksanakan tradisi turun tanam sebagai penanda dimulainya musim tanam padi, yang digelar di area persawahan desa pada pertengahan April 2026. Kegiatan ini melibatkan petani, perangkat desa, serta masyarakat sekitar sebagai bentuk pelestarian budaya agraris dan penguatan kebersamaan. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai seremoni, tetapi juga menjadi sarana doa bersama agar musim tanam berjalan lancar dan hasil panen melimpah. Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara gotong royong dengan rangkaian prosesi adat dan simbolik.

Tradisi turun tanam diawali dengan doa bersama yang dipimpin tokoh masyarakat, dilanjutkan dengan prosesi penanaman padi secara simbolis oleh perwakilan pemerintah desa dan petani. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat tani, sekaligus menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan semangat para petani dalam memasuki musim tanam.

Kepala Desa Gisikcemandi, Muhammad Alimin, menyampaikan bahwa tradisi ini memiliki makna mendalam bagi masyarakat desa. “Tradisi turun tanam bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk rasa syukur kita kepada Tuhan sekaligus doa bersama agar hasil pertanian tahun ini diberi keberkahan dan kesuksesan,” ujarnya. Senada dengan itu, Ketua Gapoktan, Suwandi, menegaskan pentingnya kebersamaan dalam proses pertanian. “Melalui kegiatan ini, kita memperkuat solidaritas antar petani dan memastikan kesiapan bersama dalam menghadapi musim tanam,” ungkapnya.

Secara umum, tradisi turun tanam di Desa Gisikcemandi menjadi representasi nyata dari sinergi antara budaya, pertanian, dan kebersamaan sosial masyarakat. Pemerintah desa berharap kegiatan ini dapat terus dilestarikan sebagai identitas lokal sekaligus menjadi penguat ketahanan pangan desa. Dengan semangat gotong royong dan nilai kebersamaan, masyarakat optimis menghadapi musim tanam dengan harapan hasil yang optimal dan berkelanjutan.

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan